Saturday, 18 May 2013

Virus McDonald di Facebook

Virus McDonald di Facebook. Berbagai macam/jenis virus tak hanya menyebar melalui dunia nyata (melalui perangkat flashdisk dsb) tapi juga bisa melalui dunia maya. Bisa penyebaran melalui situs situs maupun virus yang sengaja di upload lalu di sebarkan di situs situs atau bisa akan seperti malware.

Virus tak hanya bersifat merusak atau lainnya, juga bisa bersifat mengakses data data pribadi (mencuri data pengguna) atau dengan situs phising (fake login, dsb), seperti pada contoh Facebook Login. Contohnya mungkin virus McDonald yang lagi heboh di Facebook. Karena virus ini bekerja dengan memanfaatkan akun pengguna facebook dengan iming iming video aneh mengenai MCDonald. Dengan memberikan tautan link yang berisi Aplikasi facebook. Untuk melihat isi aplikasi ini, pengguna harus menekan tombol Allow (mengizinkan akses ke akun facebook kalian). NAMUN, nyatanya video yang di cari tak juga muncul, justru akan otomatis mengirimkan undangan yang berisi link tautan video mengenai MCDonald tadi.

Bayangkan saja, dengan menekan tombol allow berarti kita setuju / mengizinkan akses ke akun facebook kalian. Bisa saja posting di wall, akses data kapan saja, akses ke informasi kontak, bahkan mengatur halaman di Facebook. Nah, bagaimana jika data data pribadi kita di akses oleh orang lain.??.

virus MCDonald di facebookvrus MCDonald di facebookvirus MCDonald di facebook_______________________

Pengguna Facebook di Indonesia hari ini dihebohkan undangan berisi link atau tautan beralamat di bit.ly untuk menonton video heboh mengenai McDonald. Judulnya banyak. Ada “The Truth Behind McDonald” dan “Shocking McDonald Video”. Namun, bukan dapat video yang dimaksud, Facebook Anda malah menyebarkan undangan yang sama ke teman-teman dan mengotori inbox jika Anda mengkliknya.

Hati-hati. Semua itu hanyalah trik orang yang iseng untuk memanfaatkan akun Facebook Anda. Inilah bentuk virus baru di Facebook untuk mencuri data pribadi penggunanya. Jika pelakunya jahat, maka bukan tidak mungkin akun Anda dipakai untuk bermacam penipuan lewat Facebook.

Kalau ditelusuri, Graham Cluley dari perusahaan keamanan internet dan komputer Sophos telah mengingatkan bahwa penyebaran virus ini sudah berlangsung sejak Agustus 2010. Menurutnya, penyebar virus memang selalu mengubah judul, tetapi semuanya terkait McD. Walau begitu, judul tersebut bisa saja diganti dengan judul menarik apa pun. Facebook pun sudah dihubungi untuk mencegah penyebaran. Namun, virus itu rupanya masih bisa bocor hingga ke pengguna Indonesia.

Bagaimana sang pelaku mencuri data Facebook Anda? Begini cara kerjanya. Undangan tersebut menyertakan tautan ke alamat situs dengan iming-iming video berisi informasi aneh tentang McDonald. Begitu tautan tersebut diklik, akan muncul aplikasi Facebook dengan nama “Worst McD’s Customer”. Untuk dapat membuka video, halaman tersebut meminta izin Anda untuk mengakses identitas, posting di wall, akses data kapan saja, akses ke informasi kontak, bahkan mengatur halaman di Facebook.

Jika pilihan allow yang diklik, boro-boro dapat video yang diharapkan. Aplikasi tersebut malah secara otomatis mengirimkan undangan yang sama ke semua teman Anda. Bayangkan kalau semua yang diizinkan pengguna dimanfaatkan pelaku. Halaman Facebook Anda bakal diacak-acak.

Jadi, kalau dapat undangan dengan judul terkait McD dan sejenisnya, abaikan saja. Kalau ragu-ragu, cek informasi apa saja yang mereka ingin akses. Jika berlebihan, maka tinggalkan tautan tersebut. Jangan gadaikan keinginan Anda melihat video aneh-aneh dengan mengorbankan semua akses ke akun Facebook Anda ke orang lain.

Nah, lalu bagaimana kalau Anda telanjur terkena jebakan tersebut? Tenang saja, masih ada cara untuk mengobatinya. Menurut Cluley, hapus semua referensi yang mengarah ke tautan tersebut, baik di status maupun setting aplikasi. Pastikan tidak ada bagian Facebook Anda yang mengarahkan ke tautan tersebut.(kompas)

Virus McDonald di Facebook
Reviewed by admin on
Rating: 5

Related Posts to "Virus McDonald di Facebook"

Response on "Virus McDonald di Facebook"