Share Yuk



Tsunami Matahari. Benarkah Tsunami Matahari?
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Tsunami Matahari. Benarkah Tsunami Matahari?

Tsunami Matahari. Benarkah Tsunami Matahari? Tsunami Matahari menuju ke Bumi. Ilmuan NASA mengeluarkan peringatan yang berhubungan dengan matahari. Tsunami Matahari. Bahkan di situs – situs media pemberitaan luar negeri juga telah menuliskan mengenai adanya tsunami matahari yang di khawatirkan akan mengganggu kinerja satelit dan semua komunikasi di planet Bumi. Tsunami Matahari ini diperkirakan terjadi akibat ledakan besar yang terjadi pada akhir pekan beberapa waktu lalu.

Para ahli astronomi di seluruh dunia yang memantau Matahari, melaporkan telah terjadi sebuah ledakan cukup besar pada akhir pekan lalu. Termasuk dari para pemantau ini adalah stasiun pemantau Solar Dynamics Observatory milik NASA.

Luapan energi Matahari yang luar biasa besar muncul bagaikan kembang api di permukaan Matahari. Gelombang energi itu terpancarkan menuju Planet Bumi bagaikan sebuah tsunami yang melintasi jarak 93 juta mil melintasi angkasa.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini, Selasa (3/8/2010). Pada wilayah Bumi di dekat Kutub Utara dan Selatan, diperkirakan tsunami ini akan menghasilkan fenomena Aurora di langit.

Namun, para ilmuwan juga memperingatkan tsunami Matahari ini bisa merusak satelit komunikasi yang berseliweran di sekitar Planet Bumi. Namun tidak jelas tingkat kerusakan yang mungkin ditimbulkan. (detik)

=========

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, membantah ancaman itu. “Tidak ada tsunami atau badai matahari saat ini,” katanya seperti dikutip dari blog pribadinya.

Menurut Thomas, kejadian sebenarnya adalah terjadi ledakan atau flare kecil di matahari pada 1 Agustus 2010 sekitar pukul 16.00 WIB. Bila itu mengarah ke bumi, dampaknya kemungkinan baru terasa sekitar 3 Agustus, tetapi tidak signifikan.

Kejadian pada 1 Agustus tidak berdampak signifikan pada bumi. “Kalau pun ada hanya sedikit gangguan ketinggian orbit satelit dan tampaknya cahaya aurora di langit sekitar kutub karena interaksi partikel matahari yang terperangkap medan magnet bumi dengan atmosfer bumi.”

Tsunami matahari berbeda dengan badai matahari. Tsunami matahari adalah ledakan di permukaan matahari yang dampaknya hanya terasa di sekitar titik ledakan. “Ibarat terjadinya gempa di laut, maka gelombang tinggi terjadi menyebabkan tsunami di sekitar episentrum gempa tesebut,” katanya.

Ia menambahkan, gelombang tsunami terjadi pada plasma atau gas panas di permukaan matahari sehingga tidak akan berdampak ke bumi. Sedangkan ledakan matahari atau lontaran massa matahari yang dikenal sebagai badai matahari bisa berdampak ke bumi ketika badainya berskala besar dan mengarah ke bumi.

***

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013. Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.

Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini. (vivanews)

Tsunami Matahari. Benarkah Tsunami Matahari?

Keyword berhubungan:

TSUNAMI MATAHARI (511), tsunami (217), badai matahari 1 september 1859 (167), sunami matahari (18), video badai matahari 1 september 1859 (13), stunami matahari (13), frekuensi kejadian gempa yang menghasilkan tsunami di indonesia (5), interaksi badai matahari dengan atmosfer bumi (1), ledakan besar di matahari (1), Penelitian terbaru tentang matahari kembar (1)

17 Comments

  1. ratri says:

    yaaaa ampuuuunnnnnnnn………….

  2. Abenk says:

    Waduh…!!

  3. Jared says:

    Mati lah kita semua ini..

  4. ikong says:

    pengaruhnya pada medan listrik dan jaringan telekomunikasi ya..
    whadhuh… yang hobbinya sms siap2 ja nich ganti pke surat kilat.. :)

  5. berita dunia yang mengejutkan

    • sas says:

      @indonesia news, bakal kembali kzman yang agak tradisional donk. percaya deh semua adlh khendak dari yang kuasa

  6. zasky says:

    wow, bakal kembali k’zaman dahulu donk. pakai lampu tradisional……. tapi kita harus percaya akan kuasa allah, karena tidak ada yang tahu k’hndak dari yang kuasa

  7. bolehngeblog says:

    tsunami matahari, sebelumnya diramalkan akan memiliki dampak yang sistemik terhadap lingkungan hayati. tapi untunglah tidak terjadi apa-apa, malah kita bisa menyaksikan proses “tsunami” tersebut memberikan pemandangan yang sangat menakjubkan

  8. adji says:

    gawat.. gawat… tobat ah….

  9. diar says:

    Terlalu banyak orang yang melakukan maksiat di dunia ini dan melampaui batas.

  10. corry says:

    ehmmmmm, apa lagi yang akan terjadi dengan bumi ini?????
    blum terselesiakanx masalah pamanasan global, sekarang muncul lagi tsunami matahari…

  11. hariyadi says:

    duuuuuuuh
    udah tua neh numur bumi???

  12. Dian Rokhaeni says:

    makanya cepat ingat yang menciptakan ,…….

  13. silent says:

    waw . . .

    gak tau mo comment apa nih abis baca artikel nya . . .

  14. wahyuni says:

    wah…..klo bgt ntr satelit pd rusak semua dong…………. siap2 pake jasa pos lagi neh………

  15. Ina says:

    ngeriiiii…….,semakin deket aja….