Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2012 1433 H

0 202

Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2012 1433 H. Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi akan segera kita masuki. Berbagai persiapan menjelang bulan puasa ramadhan 2012 1433 Hijriah ini pun sudah dilakukan beberapa kegiatan kegiatan keagamaan. Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2012 1433 H. Sebagai awal mulainya Puasa Ramadhan di tahun 2012 ini masih banyak perlu pertimbangan yang matang untuk menentukan tanggal yang pas dan benar benar pasti, dengan hisab (perhitungan),  proses Rukyatul (melihat) Hilal (penampakan bulan sesaat setelah matahari terbenam) untuk menentukannya.

Berikut informasi yang saya kutip dari beberapa situs portal berita online Indonesia:

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh 20 Juli, Idul Fitri 19 Agustus

Penetapan Ramadhan Muhammadiyah 1 Ramadhan 1433 H

Penetapan Ramadhan Muhammadiyah 1 Ramadhan 1433 H

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal dimulainya bulan puasa atau 1 Ramadan pada Jumat 20 Juli 2012. Sedangkan Idul Fitri 1 Syawal pada Minggu 19 Agustus.

Pengumuman itu tercantum dalam MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH Nomor : 01/MLM/I.0/E/2012 TENTANG PENETAPAN HASIL HISAB RAMADHAN, SYAWWAL, DAN DZULHIJJAH 1433 HIJRIYAH SERTA HIMBAUAN MENYAMBUT RAMADHAN 1433 HIJRIYAH, yang diteken Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin pada 15 Juni 2012.

Penetapan itu berdasarkan hasil hisab Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriyah sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Berikut ini kutipan maklumat yang bisa dilihat di website Muhammadiyah tersebut:

Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa:

  1. Tanggal 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Jumat Kliwon 20 Juli 2012 M.
  2. Tanggal 1 Syawwal 1433 H jatuh pada hari Ahad Kliwon 19 Agustus 2012 M.
  3. Tanggal 1 Dzulhijjah 1433 H jatuh pada hari Rabu Wage 17 Oktober 2012 M.
  4. Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1433 H) jatuh pada hari Kamis Pahing 25 Oktober 2012 M.
  5. Idul Adha (10 Dzulhijjah 1433 H) jatuh pada hari Jumat Pon 26 Oktober 2012 M.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan imbauan kepada jamaahnya mengenai kemungkinan adanya perbedaan penetapan tersebut dengan pihak lain, yaitu:

  • Tetap berpegang teguh kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
  • Dapat memahami, menghargai, dan menghormati adanya perbedaan tersebut serta menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah dan toleransi sesuai dengan keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta menjauhkan diri dari sikap yang mengarah pada hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah itu sendiri.
detik

============

Kamis 19 Juli 2012 sore merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1433 Hijriyah. Hal ini berdasarkan pada Taqwim Standard Indonesian hasil rukyat pada bulan sebelumnya yang menyimpulkan sama. Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:36 WIB pada azimuth 290°48' atau 20,8° di Utara titik Barat. Tinggi Hilal saat Matahari terbenam 1°40' atau 1,7° di atas ufuk mar'i di kiri-atas Matahari. Bulan terbenam pada17:45 WIB pada azimuth 286°6'.

Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal mustahil dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun demikian kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sesuai perintah rukyat yang harus dilakukan pada setiap tanggal 29 bulan berjalan serta pembuktian di lapangan ketidak nampakan hilal.

RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal secara resmi bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Kamis, 19 Juli 2012 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. pada hari berikutnya Jumat, 20 Juni 2012 di tempat yang sama juga akan dilakukan rukyatul hilal untuk membangun data visibilitas hilal.  Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI Yogyakarta menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 16 lokasi Rukyat Nasional di Indonesia kerjamasama antara BHR Kemenag DIY, Telkom DIY, Kominfo dan Bosscha.

Tahun ini menyusul RHI Solo dan RHI Kudus juga menyusul menjadi salah satu anggota Tim. Hasil Streaming online Hilal 2012 ini dapat dilihat di website berikut :  

.:  http://hilal.depkominfo.go.id  .:.  http://bosscha.itb.ac.id/hilal  .:. http://rukyatulhilal.org/live .:

Lokasi Rukyat : http://maps.google.com/maps?ll=-8.0216556,110.32307&z=17&t=h&hl=en 

www.rukyatulhilal.org

============

Prediksi penetapan awal puasa 2012 dan lebaran 1433H yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Melalui email yang dia kirim langsung dari Wina kemarin (8/6), guru besar sekaligus anggota Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) itu memaparkan hasil pengamatannya terhadap posisi bulan.

Thomas menuturkan, setelah mengamati posisi bulan dia menyimpulkan jika ada potensi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan. Dia menjelaskan, pemerintah melalui Kemenag akan menjalankan pengamatan bulan atau rukyatul hilal pada 19 Juli 2012 nanti.

Dari perjalanan bulan, diketahui bahwa pada magrib akhir sya”ban atau 19 Juli 2012 nanti bulan telah wujud atau tampak di Indonesia. Tetapi ketinggiannya kurang dari imkan rukyat. Ketentuan Imkan rukyat menggunakan kriteria yang disepakati ketinggian bulan minimal 2 derajat.

Nah, karena pada 19 Juli 2012 bulan sudah wujud tetapi kurang dari 2 derajat, maka pengguna hisab wujudul hilal akan menetapkan awal Ramadan jatuh pada 20 juli. Pengguna hisab wujudul hilal ini diantaranya adalah Muhammadiyah.

Sedangkan ormas yang menggunkan hisab imkan rukyat akan menetapkan 1 Ramadan pada 21 Juli. Sementara itu, posisi hilal yang rendah tadi (antara 0 ” 2 derajat) tidak mungkin akan berhasil di-rukyat pada 19 Juli. “Maka pengguna rukyat kemungkinan besar menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 21 Juli. Pengguna rukyat ini diantaranya adalah pemerintah dan NU (Nahdlatul Ulama).

Thomas menyimpulkan, Muhammadiyah berpotensi mengawali berpuasa ketimbang ketetapan pemerintah yaitu pada 20 Juli 2012. Sementara pemerintah dan biasanya diikuti ormas-ormas lain terutama NU, akan menjalankan ibadah puasa mulai 21 Juli 2012.

“Potensi perbedaan hanya pada 1 Ramadan. Untuk 1 Syawal atau lebaran berpotensi kompak,” kata dia. Penetapan 1 Syawal yang kompak ini terjadi karena posisi bulan sudah cukup tinggi pada akhir Ramadan.

Sementara itu, potensi perbedaan penetapan tanggal penting dalam kalender Islam bakal terajadi saat penetapan Dzulqaidah 1433 H. Menurut perhitungan Muhammadiyah, 1 Dzulqaidah 1433 H jatuh pada 17 September 2012 M. Sedangkan menurut ormas lain yang menggunakan kriteria imkan rukyat, 1 Dzulqaidah 1433 H jatuh pada 18 September 2012 M.

Thomas menuturkan, umat Islam di Indonesia sudah mengawali permulaan kalender hijriyah dengan perbedaan. Ini terjadi ketika Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram (bulan pertama hijriyah) 1433 H pada 26 November 2011. Sementara sebagian ormas lain yang mengghunakan hisab imkan rukyat menjatuhkan 1 Muharram 1433 H pada 27 November 2011.

“Sebenarnya kita bisa bersatu, jika kita mau mempersatukan kriterianya,” tutur Thomas. Kriteria yang bisa dipersatukan menurut Thomas itu adalah, batasan yang menentukan awal bulan. Dia menyayangkan gerakan tajdid atau pembaharuan Muhammadiyah yang dipelopori KH. Ahmad Dahlan tidak berlanjut.

Akibatnya menurut Thomas, saat ini warga Muhammadiyah gigih mempertahankan kriteria hisab wujudul hilal yang usang dan atas dasar taqlid (pengekor).

“Sejatinya kita hanya selangkah lagi menyatukan kalenderi Islam di Indonesia,” ujar Thomas. Intinya, kalenderi Islam di Indonesia bisa bersatu atau kompak ketika kriteria penetapan awal bulan bisa disatukan. Dia berpendapat, penetapan awal bulan dengan kriteria imkan rukyat adalah solusi pemersatu antara metode hisab dengan metode rukyat.

kompasiana

==========

NU perkirakan puasa mulai 21 Juli 2012

Nahdlatul Ulama (NU) memperkirakan awal bulan Ramadhan 1433 H atau awal puasa tahun ini jatuh pada Sabtu (21/7).

"NU telah memprediksi awal Ramadhan, namun bukan berarti NU telah menetapkan tanggal itu. Ini penting disampaikan," kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu.

Prediksi bahwa tanggal 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012 tersebut juga tertuang dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Lajnah Falakiyah.

Kiai Ghazalie mengatakan, prediksi tersebut diambil berdasarkan perhitungan menggunakan metode ilmu hisab yang paling modern.

"NU menggunakan hisab yang tahkiki, tadzkiki, ashri," kata Kiai Ghazalie.

Berdasarkan hisab modern, posisi hilal pada saat dilakukan rukyatul hilal pada Kamis (19/7) mendatang atau 29 Sya`ban 1433 H baru berada pada ketinggian 1 derajat 38 menit di atas ufuk. Maka hilal dinyatakan belum "imkanur rukyat" atau belum bisa dilihat sehingga tidak mungkin dapat dirukyat.

Menurut Kiai Ghazalie, negara-negara yang tergabung dalam MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) menetapkan 2 derajat sebagai batas minimal visibilitas pengamatan. "Itu pun oleh pakar astronomi masih mau dinaikkan menjadi 4 derajat," katanya.

Secara astronomis, lanjutnya, hilal (bulan sabit) tidak mungkin bisa diamati jika masih berada di bawah batas visibilitas pengamatan. Dengan demikian almanak PBNU menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari berdasarkan kaidah istikmal.

Meski demikian, Lajnah Falakiyah tetap akan melakukan rukyatul hilal di beberapa titik di Indonesia karena untuk penentuan awal Ramadhan 1433 H NU tetap mengambil keputusan berdasarkan hasil rukyat.

"Prediksi atau hisab hanya memandu kita untuk melaksanakan observasi atau rukyatul hilal," kata Kiai Ghazalie.

Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama juga mengimbau warga NU untuk menunggu hasil rukyatul hilal yang akan diselenggarakan Kamis (19/7) sore. (antara)

===========

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1433 H Jatuh Pada Sabtu 21 Juli 2012

Setelah melalui pembahasan panjang dalam sidang isbat, pemerintah akhirnya memutuskan 1 Ramadan 1433 H jatuh pada 21 Juli 2012. Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Agama Suryadarma Ali.

"Dengan ucapkan Bismillaahirrohmaanirohiim kami tetapkan 1 Ramadan 1433 jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012," ujar Menteri Agama, Suryadarma Ali saat
memutuskan sidang Istbat di gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/7/2012) malam.

Dalam sidang tersebut sejumlah organisasi Islam seperti Persis, Dewan Masjid Indonesia dan NU, menyetujui puasa jatuh pada Sabtu. Adapun yang berbeda pendapat dalam sidang itu ialah organisasi FPI dan An-Najat, yang menetapkan hari pertama puasa pada Jumat 20 Juli besok.

"Meskipun beda, tapi kita saling menghargai," ujar anggota Falaqiyah FPI, Muchsin Alatas dalam sidang Istbat.

Keputusan itu dibacakan setelah pembacaan laporan pengamatan hilal oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Binmas), Kementerian Agama, Ahmad Jauhari.

"Laporan rukyat yang masuk ke pusat sebanyak 38 lokasi. Semuanya menyatakan tidak melihat hilal," ujar Jauhari.

Titik lokasi pemantauan antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi tenggara, Sulut, Sulawesi tengah, NTT,
Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kalteng, Kaltim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga Aceh.

Sejumlah tokoh Islam telah hadir di antaranya Ketua Komisi VIII DPR, Ida Fauziah, perwakilan dari BMKG, perwakilan ormas Islam seperti
Persis, HTI dan PBNU, dan lembaga Islam seperti MUI, Dewan Masjid Indonesia, Badan Hisab Rukyat, dan ICMI. (detik)

Selamat Datang Bulan Ramadhan, semoga bulan ini makin berkah dari bulan ramadhan sebelumnya ;)

Keyword berhubungan:

puasa ramadhan 2011 (24), awal puasa ramadhan 2011 (22), puasa ramadhan (21), Ramadhan 2011 (19), bulan syawal 2011 (12), penentuan awal puasa (12) Category: BeritaTags:
author
No Response

Leave a Reply