Share Yuk



Google Tetap Milih Admob Internet

Internet

Google Tetap Milih Admob. Tahu yang namanya google? Kalau belum tahu berarti anda memang masih – masih sangat awam dengan search engine terbesar yang satu ini. Google merupakan search engine yang terbesar di dunia dan merupakan saingan yang paling berat dari saingan mesin pencari lainnya. Serta semua fasilitas yang di berikan oleh google kepada member nya sudah bisa dibilang lengkap dan luar biasa karena gratis! Seperti blogger.com yang merupakan free blog hosting yang gak pernah down dan mungkin itu merupakan free blog hosting terbaik, :D , lalu youtube.com tempat upload video, gmail, picasa, adsense, dan banyak lagi lainnya fasilitas yang di berikan google kepada pemakainya.

Lalu, kalau admob Pernah dengar? Mungkin yang sudah berkiprah ataupun sudah pernah terjun di dunia Advertising Mobile pasti sudah tau yang namanya admob. Admob merupakan jasa periklanan yang menargetkan pasar melalui handphone, atau segala sesuatu yang berbau Mobile ( bukan mobil lho ya ;) ). AdMob didirikan pada 2006 oleh Omar Hamoui dari California. Admob bisa dibilang sebagai jasa periklanan yang sangat banyak di gemari, baik oleh publishernya maupun advertisernya, karena selain itu banyak juga kisah sukses para publisher yang setia bermain dengan admob, bahkan bisa mencapai angka $500 perbulan atau bisa lebih bahkan. Jadi admob ini bisa dibilang hampir sama dengan jasa periklanan milik google yaitu Adword ( Untuk advertiser ) dan Adsense ( Untuk Publisher ).

Nah, seiring kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini, komunikasi ataupun koneksi gak selalu memakai media laptop, komputer atau web browser lainnya. Namun telah bisa menggunakan Mobile ( kita kenal dengan Ha Pe ) sebagai media untuk menjelajahi internet yang luas ini. Lalu Google melihat ada peluang yang ke arah positif untuk ke depannya dengan membeli Admob ( jasa periklanan mobile ), namun US Federal Trade Commision (FTC) melakukan pemeriksaan atas pembelian seharga US$750 juta (Rp6,8 triliun) dari Google untuk AdMob atas alasan anti-trust.

Sebelumnya, dua kelompok konsumen, Consumer Watchdog dan Center for Digital Democracy, mendesak FTC pada Desember untuk memblokir pengambilalihan akuisisi itu dengan alasan hukum anti-monopoli. Kesepakatan merger ini juga ditakutkan dapat meningkatkan kekhawatiran soal privasi.

“Kami selalu percaya bahwa ini adalah akuisisi yang harus terus berjalan. Jika tidak, kami akan bertarung soal ini,” kata Eric Schmidt dalam interview dengan CNBC, Kamis (20/5).

US Federal Trade Commision (FTC) melakukan pemeriksaan atas pembelian seharga US$750 juta (Rp6,8 triliun) dari Google untuk AdMob atas alasan anti-trust dan diharapkan sesuai aturan.

Sebelumnya, dua kelompok konsumen, Consumer Watchdog dan Center for Digital Democracy, mendesak FTC pada Desember untuk memblokir pengambilalihan akuisisi itu dengan alasan hukum anti-monopoli. Kesepakatan merger ini juga ditakutkan dapat meningkatkan kekhawatiran soal privasi.

Schmidt mengatakan, Google yang membeli AdMob pada November, melihat lahan pengiklanan mobile merupakan pasar kompetitif yang besar. “Anda memiliki produk yang dimiliki Apple,” katanya.

Ia juga menjelaskan, akan melihat aturan sebenarnya dari sisi akuisisi. Google sama sekali tidak memiliki firasat bahwa pemerintah AS akan memiliki prasangka lain terhadap aktivitas akuisisinya terhadap AdMob. http://inilah.com/news/read/teknologi/2010/05/21/548451/google-siap-berperang-demi-admob/

Keyword berhubungan:

berita terbaru tentang admob (3)

One Comment

  1. Borneo says:

    makin hebat aja nich ilmunya… tapi udah ikutan beriklan blom ????
    .-= Borneo baru saja posting: 22 Sifat Buruk Bangsa Israel Dalam Alquran =-.

Leave a Reply